TUGAS MATA KULIAH SOFTSKIL BAHASA INDONESIA
RAGAM BAHASA
Oleh:
Ridwan Gunawan
27113638
3KB01
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunianya saya sebagai penulis dapat menyelesaikan tugas Softskill pada mata kuliah Bahasa Indonesia yang berjudul Ragam. Bahasa
Semoga dengan adanya tugas softskill ini, dapat berguna dan memberikan manfaat serta membantu pembacanya memahami isi yang ada di dalamnya.
Saya sebagai penulis menyadari bahwa penyusunan tugas ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu saya mohon maaf jika dalam kata – kata saya terdapat kesalahan sehingga segala kritik dan saran akan saya terima demi terciptanya suatu makalah yang lebih baik lagi
.
Akhir kata saya mengucapkan terima kasih semoga tugas ini dapat berguna bagi saya dan bagi para pembaca pada umumnya.
Jakarta, Oktober 2015
Penulis
Daftar Isi
Kata Pengantar
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
D. Manfaat
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Bahasa
B. Pengertian Ragam Bahasa
BAB II PEMBAHASAN
A. Kesimpulan
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi yang perlu dipelajari oleh semua lapisan masyarakat ( semua warga Indonesia ). Dalam bahasan bahasa terdapat keanekaragaman penggunaan bahasa Indonesia yang dinamakan ragam bahasa, dan dipakai dalam berbagai keperluan yang tentu tidak seragam, tetapi akan berbeda-beda disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
B. Rumusan Masalah
Adapun perumususan masalah yang akan dibahas sebagai berikut :
· Penting atau tidaknya bahasa Indonesia
· Pengertian ragam bahasa
· Macam – macam ragam bahasa
· Memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar
C. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui bahasa Indonesia dengan berbagai ragamnya serta macam – macam ragam bahasa yang dipelajari dan memenuhi tugas softskill bahasa Indonesia.
D. Manfaat
Manfaat dibuat makalah ini adalah :
· Mahasiswa/i nya dapat mengerti apa yang dimaksud ragam bahasa.
· Mahasiswa/i nya dapat mengetahu macam – macam ragam bahasa yang sering digunakan.
· Mahasiswa/i nya dapat memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar.
BAB II
PEMBAHASAN
Bahasa Indonesia wajib dipelajari tidak hanya oleh kalangan pelajar dan mahasiswa saja, tetapi semua warga Indonesia wajib mempelajarinya. Dalam bahasa Indonesia ada yang ada yang disebut Ragam Bahasa dimana Ragam Bahasa adalah variasi dalam pemakaian bahasa.
Berikut adalah Definisi-definisi tentang ragam bahasa dari para ahli:
A. Pengertian Bahasa
1. Pengertian Bahasa Menurut Menurut Bachman (1990)
Menurut Bachman (1990),”ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.”
2. Pengertian Bahasa Menurut Dendy Sugono
Menurut Dendy Sugono (1999),” Bahwa sehubunungan dengan pemakaian bahsa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tidak baku. Dalam situasi resmi, seperti di sekolah, di kantor, atau dildalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, dipasar kita tidak di tuntut menggunakan bahasa baku”.
3. Pengertian Bahasa Menurut Fishman ed
Menurut Fishman ed (1968), Suatu ragam bahasa, terutama ragam junarlistik dan hukum, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosakata ragam bahasa baku agar dapat menjadi panutan bagi panutan pengguna bahasa Indonesia. Dalam pada itu perlu di perhatikan ialah kaidah tentang norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar pembicaraan (situasi pembicaraan), pelaku pembicaraan dan topik pembicaraan.
Aneka ragam bahasa timbul akibat pengaruh dari berbagai hal yang berhubungan dengan penutur dan tempat sarana atau media yang digunakan.
1. Hal yang berhubungan dengan penutur dapat dibedakan seperti berikut:
a. Latar Belakang Daerah Penutur.
Ragam bahasa yang dipengaruhi oleh latar belakang daerah penuturnya menimbulkan ragam daerah atau dialek. Dialek adalah cara berbahasa Indonesia yang diwarnai oleh karate bahasa daerah yang masih melekat pada penuturnya. Contoh: Bahasa Indonesia dengan dialek Betawi biasanya menggunakan fonem /e/ untuk melafalkan kata yang berakhir dengan vocal /a/,misalnya apa menjadi ape, di mana menjadi di mane, dan seterusnya. Begitu pula dengan logat jawa untuk menyebutkan kata berawalan konsonan /b/ akan terdengar bunyi konsonan /m/, misalnya, Bandung menjadi mBandung, Bogor menjadi mBogor.
b. Latar belakang pendidikan penutur
Berdasarkan latar belakang pendidikan penutur, timbul ragam yang lafal baku dan yang tidak berlafal baku khususnya dalam pengucapan kosakata yang berasal dari unsur serapan asing. Kaum berpendidikan umunya melafalkan sesuai dengan lafal baku. Namun, untuk yang kurang atau tidak tidak berpendidikan, pelafalan diucapkan tidak tepat atau tidak baku. Contoh: pengucapan kata film, foto, fokus, fakultas diucapkan pilm, poto, pokus, pakultas.
c. Situasi pemakaian, sikap, dan hubungan sosial penutur
Berdasarkan ahli ini, timbul ragam formal, semiformal, dan nonformal. Ragam formal digunakan pada saat situasi resmi atau formal, seperti di kantor, dalam rapat, seminar atau acara-acara kenegaraan. Ragam formal menggunakan kosakata baku dan kalimatnya terstruktur lengkap. Ragam formal juga dipakai jika penutur berbicara pada orang yang disegani atau dihormati, misalnya pimpinan perusahaan.
Ragam semiformal dan nonformal biasa dipakai pada situasi tidak resmi, seperti di warung, di kantin, di pasar, pada situasi santai, dan akrab. Ragam semiformal dan formal dibedakan oleh pemilihan katanya. Ragam semiformal mengguanakan kalimat yang tidak lengkap gramatikalnya dan kosakata yang dipilih cenderung tidak baku, sedangkan ragam nonformal relative sama dengan ragam informal hanya piliha katanya lebih luwes atau bebas. Kata-kata daerah atau gaul dapat digunakan sepanjang masing-masing penuturnya memahami dan tidak tergatung dengan penggunaan kata tersebut.
Contoh:
1. Kalau soal itu, saya nggak tau persis. (informal/semiformal)
2. Emangnya kamu nggak dikasih kupon. (semiformal)
3. Kalau soal itu, ogut nggak tau deh. (nonformal)
4. Emangnya situ nggak ngantor, Mas. (nonformal)
d. Ruang lingkup pemakaian atau pokok persoalan yang dibicarakan.
Di lingkangan kelompok penutur. Banyak persoalan yang dapat menjadi topik pembicaraan dalam kehidupan sehari-hari. Saat membicarakan topik tertentu, seseorang akan menggunakan kosakata kajian atau khusus yang berhubungan dengan topik pembicaraan tersebut. Ragam bahasa yang digunakan untuk membahas suatu bidang akan berbeda dengan bidang lainya, misalnya pembicaraan yang berhubungan dengan agama tentu mengguanakan istilah yang berhubungan dengan agama, begitu pula dengan bidang lainnya. Misalnya bidang hukum, kedokteran, dan ekonomi. Masing-masing memiliki ciri khas kata atau ragam bahasa yang digunakan. Termasuk pengguanaan bahasa ungkapan atau gaya bahasanya. Variasi ini disebut dengan laras bahasa.
B. Pengertian Ragam Bahasa
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa berdasarkan media atau sarana ada 2 yaitu Ragam Bahasa Lisan dan Ragam Bahasa Tulis
Ragam Bahasa berdasarkan sarananya, dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
.
1. Ragam Bahasa Lisan
Ragam Bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelepasan kalimat. Namun hal itu tidak mengurang ciri kebakuan. Walaupun demikian ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan kalimat dan unsur-unsur didalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung didalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.
Pembicara lisan dalam dalam situasi formal berbeda tuntunan kaidah kebakuannya dengan pembicara lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa dituliskan, ragam bahasa tidak bisa disebut ragam bahasa tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dengan tulisan, ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulisan. Kedua ragam itu masing masing adapun ciri-ciri dari keduanya:
Ciri-ciri ragam lisan:
· Memerlukan orang kedua/teman bicara/lawan bicara
· Tergantung kondisi, ruang, dan waktu
· Tidak harus memperhatikan gramatikal, hanya perlu intonasi dan bahasa tubuh
· Berlangsung cepat.
Contohnya: “Sudah saya perbaiki komputer itu.”
1. Ragam Bahasa Tulisan
Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulisan makna kalimat yang di ungkapkannya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelepasan unsur kalimat. Oleh karena itu penggunaan ragam baku tulisan diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, strukutur bentuk kata dan struktur kalimat, serta kelengkapan unsur-unsur bahasa di dalam strukur kalimat.
Ciri-ciri Ragam Tulis:
· Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara/lawan bicara
· Tidak tergantung kondisi, situasi dan ruang serta waktu
· Harus memperhatikan unsur gramatikal
· Berlangsung lambat
· Selalu memakai alat bantu
· Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi
· Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.
Contohnya: “Saya pribadi yang cukup baik dan pantas dicintai, bagaimana pun perasaan saya.”
Perbedaan antara ragam lisan dan tulisan (berdasarkan tata bahasa dan kosa kata):
Tata Bahasa:
a. Ragam Bahasa Lisan
1. Andri sedang nonton televisi
2. Wahyu mau nulis puisi
b. Ragam Bahasa Tulisan
1. Andri sedang menonton televisi
2. Wahyu mau menulis puisi
Kosa Kata:
a. Ragam Bahasa Lisan
1. Melky bilang kalau kita harus mengerjakan PR
2. Kita harus bikin lagu
b. Ragam Bahasa Tulisan
1. Melky mengatakan bahwa kita harus mengerjakan PR
2. Kita harus Membuat lagu
3. Ragam Bahasa Resmi dan Ragam Bahasa Tidak Resmi
Menurut sifat dan situasi pemakaiannya, ragam bahasa dibagi menjadi ragam bahasa resmi dan ragam bahasa tidak resmi.
a. Ragam bahasa resmi
Adalah ragam bahasa yang digunakan dalam suasana resmi atau formal, misalnya pidato, surat dinas, makalah/karya tulis.
b. Ragam bahasa tidak resmi
Adalah ragam bahasa yang digunakan dalam suasana tidak resmi.
Misalnya surat pribadi dan surat keluarga.
Ciri-ciri bahasa resmi sebagai berikut.
1. Digunakan dalam situasi resmi
2. Nada bicara (intonasi) yang cenderung datar
3. Mengguanakan diksi yang baku
4. Kalimat yang diungkapkan adalah hal yang lengkap.
Ciri-ciri Ragam bahasa tidak resmi adalah sebagai berikut.
1. Digunakan dalam bahasa situasi tidak resmi
2. Menggunakan diksi yang tidak baku
3. Sering menggunakan kalimat-kalimat tidak lengkap.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bahasa merupakan sebuah alat yang digunakan untuk berkomunikasi dari komunikator kepada komunikan dengan tujuan menyampaikan sebuah informasi. Bahasa berwujud ucapan yang digunakan seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dalam bahasa terdapat keanearagaman bahasa yang disebut ragam. Karena keanekaragaman bahasa, kita dapat menyesuaikan bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain diwaktu, tempat, dan acara tertentu.
Sehingga penggunaan bahasa yang baik dan benar sangatlah penting dalam bidang apapun, karena untuk mengindari terjadinya kesalahpahaman dalam menerima sebuah informasi atau pesan. Jika terdapat kesalahan dalam penggunaannya, hal ini akan menimbulkan informasi yang disampaikan tidak dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan.
DAFTAR PUSTAKA
http://thoieb.wordpress.com/2010/11/25/bahasa-indonesia-dengan-berbagai-ragamnya/
http://bagussatriyo11.blogspot.co.id/2014/09/tugas-2-ragam-bahasa_95.html
http://wede56.blogspot.com/2014/03/contoh-makalah-bahasa-indonesia-ragam.html
http://endyndyindy.blogspot.co.id/2014/11/tugas-softskill-bahasa-indonesia-2.html
http://candrarosdianto.blogspot.com/2013/10/ragam-bahasa-indonesia_7424.html
0 komentar:
Posting Komentar