TUGAS MATA KULIAH SOFTSKIL BAHASA INDONESIA
DIKSI
Oleh:
Ridwan Gunawan
27113638
Definisi Diksi
Diksi /dik·si/ adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).Diksi atau pilihan kata berkaitan dengan kata (-kata) mana yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, memilih kelompok kata-kata atau menggunakan ungkapan yang tepat, dan gaya bahasa mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.
Bahasa sebagai alat untuk menjelma angan, khayal dunia sastrawan hingga menyebabkan adanya kekhususan dalam pemakaian bahasa dalam seni sastra. Oleh karena itu, untuk menjelmakan angan tersebut pengarang menggunakan bahasa yang sifatnya tidak hanya merujuk pada satu hal yang hanya berhubungan drngan yang ditunjuk. Jadi Fungsi diksi yaitu :
- Menonjolkan bagian tertentu (foregrounding) suatu karya, bentuk penonjolan ini dapat berupa tokoh, setting dan keadaan dalam suatu karya sastra
- Memperjelas maksud dan menghidupkan kalimat
- Menimbulkan keindahan menyangkut aspek bentuk sebagaimana dikreasikan penuturnya
- Menimbulkan kesan religius
- Menimbulkan kesan melebih-lebihkan keadaan
- Menampilkan gambaran suasana
- Menimbulkan kesan menghidupkan pelukisan
- Mengkonkretkan gambaran
Ciri-ciri Diksi (Pilihan Kata)
Menggunakan lafal, tekanan, intonasi yang sesuai menentukan pilihan kata (diksi), bentuk kata dan ungkapan yang tepat dalam kalimat. Biasanya befungsi untuk :
- Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal
- Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca
- Menciptakan komunikasi yang baik dan benar
- Menciptakan suasana yang tepat
- Mencegah perbedaan penafsiran
- Mencegah salah pemahaman
- Mengefektifkan pencapaian target komunikasi.
Terdapat 6 syarat, yaitu :
1. Dapat membedakan antara denotasi dan konotasi.
Contoh :
* Bunga mawar
* Bunga bank
* Bunga mawar
* Bunga bank
2. Dapat membedakan kata-kata yang hampir bersinonim.
Contoh :
* Pengubah
* Peubah
* Pengubah
* Peubah
3. Dapat membedakan kata-kata yang hampir mirip ejaanya.
Contoh :
* Intensif – insetif
* Preposisi – proposisi
* Intensif – insetif
* Preposisi – proposisi
4. Dapat memahami dengan tepat makna kata - kata abstrak.
Contoh : Kebijakan, kebajikan, kebijaksanaan.
5. Dapat memakai kata penghubung yang berpasang secara tepat.
Contoh:
* Antara….dan…
*Tidak….tetapi…
* Antara….dan…
*Tidak….tetapi…
6. Dapat membedakan kata-kata umum dan kata khusus.
Contoh :
* Kata umum : melihat
* Kata khusus : melirik, melotot, mengamati, mengawasi.
* Kata umum : melihat
* Kata khusus : melirik, melotot, mengamati, mengawasi.
Perubahan Makna Kata
Bahasa selalu berkembangsejalan dengan kemajuan peradaban manusia. Hal ini dapat berpengaruh terhadap perubahan makna kata. Kadang-kadang makna kata bergeser akibat pengaruh konotasi dalam pemakaian suatu kata.
Beberapa bentuk perubahan makna itu ialah:
1. Meluas
Pada kata putra dan putrid, dahulu kata tersebut hanya di peruntukan bagi anak-anak raja, tetapi sekarang kata tersebut biasa digunakan untuk umum, tidak hanya untuk menyebut anak raja. Putra berarti anak laki-laki dan putrid anak perumpuan. Bahkan di sekolah, kata putra dan putri juga biasa digunakan untuk menunjuk murid laki-laki dan murid perempuan.
2. Menyempit.
Pada kata ulama, dahulu kata tersebut digunakan dengan makna kata yang lebih luas, yaitu orang yang berilmu, dalam arti orang yang pandai segala di siplin ilmu, baik ilmu agama islam, atau ilmu lainya, misalnya ahli perbintangan dan ahli matematika. Namun, kata ulama sekarang ini hanya digunakan untuk menunjukan orang yang ahli dalam bidang ilmu agama saja. Begitu juga dengan kata ustad. Kata tersebut mempunyai arti seorang guru, dalam arti guru mata pelajaran apa saja. Namun dalam penggunaannya di Indonesia kata tersebt hanya diperuntukan bagi guru yang mengajar mata peajaran agama Islam saja.
3. Amelioratif
Amelioratif adalah suatu proses perubahan makna kata. Pada Proses amelioratif ini, suatu kata mempunyai nilai lebih tinggi atau terhormat dibandingkan sebelumnya. Misalnya, kata perempuan dirasakan lebih tinggi nilainya dari kata wanita dan kata suami dirasakan lebih tinggi nilainya atau lebih baik dari kata laki.
4. Penyoratif
Peyoratif adalah kebalikan dari ameliorative yaitu suatu proses perubahan makna kata. Pada proses peyoratif, arti kata baru dirasakan lebih rendah dari kata sebelumnya. Kata jongos dulu berarti pembantu atau pelayan sekarang arti jongos dipakai ntuk arti yang kurang baik.
5. Sinestesia
Sinestesia adalah perubahan makna akibat pertukaran tanggapan antara dua indra yang berlainan. Misalnya: Sambutanya dingin. Kata dingin sebenarnya adalah tanggapan indra peraba. Wajahnya manis. Kata manis merupakan tanggapan indra perasa. Mukanya asam. Kata asam merupakan tanggapan indra perasa.
6. Asosiasi
Asosiasi adalah perubahan makna yang terjadi karena persamaan sifat. Kata mulut buaya adalah alat tubuh buaya yang berfungsi untuk menjepit mangsanya. Akan tetapi, kata mulut buaya di dalam istilah alat-alat lsitrik digunakan sebagai alat penjepit kabel atau kawat. Kata gigi adalah organ tubuh manusia atau makhluk hidup. Akan tetapi, di dalam istilah otomotif, gigi mempunyai makna alata untuk mengatur perputaran kecepatan pada kendaraan bermotor, misalnya gigi satu digunakan pada kecepatan rendah, sedangkan gigi emnpat diguanakan untuk menjalankan kendaraan pada kecepatan tinggi.
Memahami Bentuk Kata
Kata dibedakan atas kata dasar dan kata bentukan. Kata dasar adalah kata yang menjadi dasar pembentukan kata atau kata-kata yang belum mendapatkan imbuhan (afiks). Kata ini memiliki makna leksikal, misalnya air, perahu, tidur, baca, datang, gembira, dan , panas.
Kata bentukan diperoleh melalui proses pengimbuhan (afiksasi), pengulangan (reduplikasi), dan pemajemukan.
1. Proses afiksasi, yaitu penggabungan antara kata dasar dengan imbuhan (afiks), baik awalan (prefiks), akhiran (sufiks) maupun gabungan-gabunganya.
Contoh: memotong, berlari, dicabut, dibeli, kepanasan, kegembiraan, dan kedatangan.
2. Proses reduplikasi, yaitu pengulangan kata dasar itu sendiri sebagian pengimbuhan (afiksasi).
Contoh: sayur-sayuran, menari-nari, melambai-lambai, jalan-jalan, lebar-lebar, dan berkata-kata.
3. Proses pemajemukan, yaitu penggabungan antara kata dasar dengankata yang lain yang pada umumnya bersifat tetap dan memiliki makna khusus.
Contoh: kambing hitam, rumah sakit, kantor pos, luar negeri, tata bahasa, dan kereta api.
Dalam proses pengimbuhan (afiksasi) terjadi berbagai bentuk imbuhan (afiks). Misalnya me- menjadi: menari, menanam, menumpuk; imbuhan men- menjadi: mencuri, mendapat; imbuhan meng- menjadi: menghadap, mengajar, menghalau; imbuhan meny- menjadi: menyusul, menyutik, menyanyi; dan imbuhan menge- menjadi: mengepel, mengecoh, mengejar. Macam-macam bentuk imbuhan itu di sebut alomorf. Bentuk dasar juga sering mengalami perubahan fonem. Proses ini disebut proses morfofonemik.
Kata dasar dalam penggunaannya sering mendapatkan imbuhan berupa awalan (prefik) sekaligus (sufiks) dalam penulisannya harus ditulis serangkai sebagai sebuah kata misalnya: melipatgandakan, perkeretaapian, ketidakadilan, dimejahijaukan, dan, pembumihangusan.
Ungkapan
Ungkapan adalah kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus. Ungakapan adalah kata atau rangkaian kata-kata yang maknanya tidak diturunkan dari makna kata atau kata-kata yang membentuknya, tetapi harus dipelajari secara khusus, seperti buah mulut, mata hati, jantung hati, dan sebagainya.
Contoh:
Bila pengunjung sudah memasuki perut gunung, seketika panorama yang mempesona bisa dilihat.
Ungkapan dalam kalimat tersebut adalah Iperut gunung. Perut gunung dalam kalimat tersebut berarti bagian tengah gunung.
Referensi :
http://rahma-senja.blogspot.co.id/2014/11/pemilihan-kata-diksi.html
http://eprints.uny.ac.id/8353/3/BAB%202-07205244065.pdf
http://mrezam.blogspot.com/2011/10/diksi-pilihan-kata-kalimat-efektif.html
http://xxx-myzoners.blogspot.com/2013/01/pilihan-kata-diksi.html
http://eprints.uny.ac.id/8353/3/BAB%202-07205244065.pdf
http://mrezam.blogspot.com/2011/10/diksi-pilihan-kata-kalimat-efektif.html
http://xxx-myzoners.blogspot.com/2013/01/pilihan-kata-diksi.html
0 komentar:
Posting Komentar